Thursday, 17 April 2014
   
Text Size

Renungan

Mengalami Yesus Setiap Hari

MENGALAMI YESUS SETIAP HARI

Mazmur 84 : 8; Efesus 5 : 32; Wahyu 2 : 4

Pdp. F. Heryanto, SE, MA

Jesus HugMazmur  84 : 8 menulis : “Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion”. Sebuah gambaran yang Allah kehendaki dalam kehidupan orang-orang percaya selama mereka berada di dunia untuk semakin lama mereka semakin kuat dalam mengikut Tuhan.

Namun seringkali keadaan sekitar kita membuat kita lemah dan makin lama makin lemah pada hal seharusnya kita makin lama makin kuat. Pergumulan menghadapi masalah, kesulitan hidup dan situasi lingkungan membuat kekuatan kita makin lama makin habis terkuras. Akhirnya yang tinggal hanyalah kelelahan dan kebosanan hingga mencapai titik kejenuhan dalam hidup rohani kita.

Hal inilah yang menyebabkan banyak orang Kristen mulai undur dari pelayanan mereka. Kehidupan rohani mereka mulai merosot sampai akhirnya  mereka mengalami kedinginan rohani dan kehilangan kasih mula-mula dalam hidup mereka. Sebagai orang percaya sebenarnya kita perlu megejar inti dari kehidupan Kekristenan itu sendiri, yakni “MENGALAMI YESUS SETIAP HARI”.

Tidak ada obat yang paling ampuh untuk kerohanian kita dipulihkan  selain kita mengalami perjumpaan kembali dengan Yesus Kristus setiap hari. Inti kehidupan Kristen sebenarnya ialah menjadikan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari dan menjadikan Roh Kudus sebagai partner hidup kita.

 

Kita mengalami Yesus Kristus setiap hari jika :

 

1. Kita mengalami perjumpaan dengan Firman Tuhan.

Efesus 5 : 32 – Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.” Hal ini menggambarkan hubungan Kristus dengan jemaat seumpama hubungan suami isteri. Hal ini merupakan rahasia besar. Namun bila kita mengetahuinya maka kita akan selalu menikmati hubungan kita dengan Kristus yang semakin hari semakin intim. Keintiman dengan Tuhan akan membuat “yang tidak ada menjadi ada”. Keintiman dengan Tuhan membuahkan kehidupan. Sebagaimana Yesus berkata : “Akulah jalan, kebenaran dan hidup..”

 

2. Kita mengalami perjumpaan dengan kasih Allah.

Pada waktu kita baru bertobat maka hidup kita mengalami kasih Allah yang besar. Kasih mula-mula tersebut membuat kita bergairah terhadap Allah. Namun seiring perjalanan waktu, seringkali kasih mula-mula itu sedikit demi sedikit menjadi pudar. Hal yang sama dialami jemaat di Efesus yang telah meninggalkan kasih mula-mula mereka terhadap Tuhan dalam Wahyu 2 : 4. Kasih mereka mulai hambar. Mereka menjalani kehidupan Kekristenan hanya sebagai rutinitas agamawi semata. Agama hanya menjadi hukum-hukum yang harus ditaati. Agama tidak pernah membawa kita kepada kehidupan sekalipun kita mampu menjalankan seluruhnya. Kita sangat memerlukan dan mengalami kasih Allah setiap saat dalam kehidupan kita. Agama hanya mengajarkan bahwa Tuhan senang dengan penyembahan namun Kekristenan mengajarkan bahwa Tuhan rindu dan mengasihi para penyembah-penyembah-Nya. Bahkan Tuhan mencari penyembah-penyembah yang menyembah dalam roh dan kebenaran. Dia rindu membagikan kasih sayangNya kepada mempelai wanita-Nya.

 

3. Kita mengalami perjumpaan dengan kuasa Allah.

Kita perlu mengalami perjumpaan dengan kuasa Allah yang akan memperlihatkan kepada kita bahwa Allah sanggup memulihkan hidup kita bahkan Allah sanggup menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Bagi Allah tidak hal yang mustahil dan tidak ada yang tidak dapat Allah selesaikan. Allah punya banyak macam cara untuk memulihkan kita walaupun kedokteran memvonis hidup kita tinggal beberapa waktu lagi atau usaha kita akan mengalami kebangkrutan. Allah punya jalan dan kuasa yang tidak berubah dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.

 

Kita perlu selalu mengalami perjumpaan dengan Kristus setiap hari sehingga kehidupan kita akan selalu mengalami pembaharuan dan pertumbuhan sehingga mencapai kedewasaan rohani yang Allah telah tetapkan. Perjumpaan kembali  dengan Firman Allah, Kasih Allah dan Kuasa Allah  dibutuhkan supaya kehidupan kita hari lepas hari semakin kuat dan tahan menghadapi tantangan jaman ini.

Masalah dan pergumulan boleh datang silih berganti, tetapi perjumpaan kembali bersama Kristus membuat perjalanan rohani kita semakin kuat sampai kita mencapai garis akhir yang telah Allah tetapkan dalam hidup kita. Mari datang dan mengalami kasih dan anugerah-Nya dalam hidup kita. Minta dan alami kebesaran kuasa-Nya dalam hidup kita sebab Dia adalah Bapa kita yang baik.

“Orang-orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru:

mereka seumpama rajawali

yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya …” (Yesaya 40 : 31)

 

 

Kristen Rajawali

KRISTEN RAJAWALI

Yesaya 40 : 28 – 31, Ulangan 32 : 11 – 12a

Ayub 39 : 30 – 32, Mazmur 103 : 5

 

Pdp. F. Heryanto, SE, MA

 

Dalam Yesaya 40 : 28 – 31 :

Rajawali“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.  Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

 

Ayat ini menulis bahwa Allah tidak pernah menjadi lelah dan lesu tetapi Tuhan menambah semangat dan kekuatan kepada yang lelah dan tiada yang berdaya. Orang-orang muda yang dianggap sebagai pilar kekuatan suatu bangsa pun tetap menjadi lelah dan lesu dan para teruna jatuh tersandung. Syukur bagi Tuhan karena Dia tidak pernah menjadi lelah dan lesu.

Ayat 31 : “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Hal ini menegaskan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan seperti burung rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; sehingga mereka akan berlari dan tidak menjadi lesu; mereka akan berjalan dan tidak menjadi lelah. Suatu gambaran yang Tuhan nyatakan bagi semua orang percaya untuk menjadi Kristen Rajawali. Allah mengambil gambaran burung rajawali sebagai suatu pengajaran bagi kita semua anak-anakNya agar mampu menjadi pemenang-pemenang di akhir zaman ini. Allah menghendaki setiap anak-anak Tuhan menjadi Kristen Rajawali.

Ada beberapa hal mengenai kehidupan burung rajawali yang Tuhan mau ajarkan kepada kita :

1. Dalam Kitab Ulangan 32 : 11 – 12a mencatat bahwa seperti burung rajawali membangun sarangnya di atas duri-duri dan berada di tempat yang tinggi. Saat anak-anak burung rajawali menjadi dewasa maka induk rajawali akan memaksa anaknya untuk terbang keluar dari sarangnya dengan menggoyang-goyangkan sarangnya. Sarang yang tadinya nyaman berubah dipenuhi duri-duri sehingga anak burung rajawali meloncat keluar dari sarangnya dari hal ini akan mendorong ia belajar terbang. Tuhan mau kita keluar dan tidak tinggal dalam tempat yang nyaman karena kalau tidak Tuhan akan menggoyangkan kenyamanan kita sehingga kita dipaksa terbang.

 

2. Dalam kitab Ayub 39 : 30 – 32 Rajawali memiliki kemampuan terbang yang luar biasa dan sangat tinggi. Kitab Obaja 1 : 4 menyatakan bahwa sarangnya diantara bintang-bintang. Menurut penelitian burung rajawali memiliki selaput mata yang memampukan dirinya terbang lebih tinggi daripada burung-burung yang lain. Gagak adalah musuh dari rajawali yang biasa mencuri mangsa tangkapannya tetapi rajawali yang terbang semakin tinggi akan membuat gagak sulit mengikutinya. Karena gagak tidak punya selaput seperi rajawali. Gambaran yang menjelaskan bahwa kita jangan menjadi Kristen gagak yang suka mengkritik tetapi jadilah Kristen yang rajawali yang terus naik terbang ke atas bersama Kristus tanpa ada yang menghalangi kita hidup dekat dengan Tuhan.

3. Rajawali adalah burung yang terbang pada waktu siang hari bukan burung hantu yang terbang pada waktu malam hari. Gambaran Kristen rajawali adalah Anak-anak Tuhan  yang selalu melakukan perbuatan yang kudus bukan melakukan perbuatan yang berdosa. Mau tinggal di tempat terang bukan di dalam kegelapan dosa.

 

4. Mata Rajawali mampu melihat mangsanya jauh ke depan melebihi kemampuan burung lain. Pandangan seorang Kristen Rajawali tidak akan tertutup masalah saat ia menghadapi masalah tetapi ia akan terus memandang janji Tuhan yang lebih besar daripada masalah yang dihadapinya.

 

5. Rajawali selalu membersihkan sayapnya di bawah pancuran air terjun. Rajawali dengan rela membentangkan sayapnya dibawah pancuran air terjun biarpun hal tersebut menyakitkan baginya. Tetapi dengan sayap yang bersih maka ia dapat terbang lebih tinggi dan lebih ringan. Gambaran bahwa kita harus rela dibersihkan oleh Tuhan dari segala dosa-dosa kita sehingga kita dapat terbang lebih tinggi dan lebih ringan. Kita harus mau terbuka supaya kita dapat dipulihkan. “KETERBUKAAN ADALAH AWAL DARI PEMULIHAN.”

 

6. Rajawali selalu mengasah paruhnya saat dirasa bahwa paruhnya tidak runcing lagi. Ia mengasah pada batu karang hingga menjadi tajam dan sanggup membunuh musuhnya dengan cepat. Kristen rajawali akan selalu mengasah hati, pikiran dan perkataannya dengan Firman Tuhan dan bukan pada yang lain sekalipun itu pengajaran yang baik sekalipun. Hanya Alkitab harus menjadi landasan iman percaya kita bukan Alkitab plus dan sebagainya. Semakin hati, pikiran dan perkataan kita melekat pada Firman Tuhan maka iblis pun dapat kita kalahkan dengan mudah lewat satu perkataan saja seperti saat Tuhan Yesus dicobai dipadang gurun.

 

7. Amsal 30 : 19 menulis bahwa jalan rajawali di udara atau di atas. Surat Kolose 3 : 2 mengatakan pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi yang berarti pikiran dalam menghadapi apapun dalam kehidupan kita maka pakailah pikiran Tuhan sehingga kita mampu mengatasinya dengan baik. Tidak mudah memang untuk melakukannya namun bukan tidak mungkin karena yang tidak mungkin dapat menjadi mungkin bagi Tuhan Yesus.

 

8. Kitab Hosea 8 : 1 mencatat bahwa daya serang rajawali sangat luar biasa sehingga kalau kita sebagai Rumah Tuhan secara rohani telah meninggalkan perjanjian dengan Tuhan dan mendurhakai pengajaran yang benar dan sehat dari Firman Tuhan maka akan datang serangan ke dalam hidup kita seperti serangan burung rajawali. Tuhan mau kita tetap setia mengikut Tuhan dan tetap ada di jalan Tuhan serta taat kepadaNya. Tuhan menghendaki ketaatan penuh bukan separuh taat, separuh tidak taat. Jadilah Kristen Rajawali yang taat bersaat teduh, berdoa, memuji Tuhan, bersyukur dan beribadah.

 

Tuhan menghendaki setiap anak-anak Tuhan menjadi Kristen-Kristen Rajawali yang kuat dan perkasa sehingga mampu menghadapi segala masalah dan persoalan dengan berani. Jangan jadi Kristen gagak atau Kristen burung hantu yang suka megkritik, gosip atau menyukai kehidupan yang penuh dosa. Jadikan hidup kita menjadi Kristen-Kristen Rajawali yang kuat dan tangguh.

 

Tuhan hanya akan memakai orang-orang yang siap menjadi Kristen Rajawali dalam hidup mereka karena itu putuskanlah sekarang dimana Anda berada !

   

Bertumbuh Menuju Kedewasaan Rohani

BERTUMBUH MENUJU KEDEWASAAN ROHANI

Yohanes 15 : 1 – 8, Mazmur 92 : 13 – 16

Pdp. F. Heryanto, SE, MA

Injil Yohanes 15 : 1 – 8

Bertumbuh"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Ayat ini mengungkapkan perumpamaan yang Tuhan Yesus sampaikan tentang pokok anggur yang benar. Tuhan Yesus adalah pokok anggur yang benar, Allah Bapa adalah pengusahanya dan murid-muridNya adalah ranting-rantingnya. Yesus menyampaikan bahwa untuk dapat menghasilkan buah setiap ranting harus menempel pada pokok anggur dan tanpa itu tidak mungkin ranting tersebut menghasilkan buah.

Setiap orang percaya seharusnya menghasilkan buah dalam kehidupannya sehingga memberikan dampak bagi orang-orang di sekitarnya termasuk di dalam keluarga. Namun seringkali orang-orang sekitar kita bahkan keluarga kita tidak merasakan dampak dari terang Tuhan dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Sebagai orang Kristen seharusnya kita menyadari bahwa kita telah dibebaskan dari ikatan kuasa dosa (Yohanes 15 : 3) tetapi itu belum cukup karena untuk berbuah lebih banyak maka kita harus dibersihkan oleh Firman Tuhan setiap saat selama kita masih hidup di dunia. Tuhan telah memberikan kepada kita RohNya yang luar biasa untuk membantu kita hidup menurut jalan yang dikehendaki Tuhan.

Dalam 2 Petrus 1 : 3 mengatakan “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Ayat ini menyatakan bahwa kuasa IlahiNya sudah diberikan bagi orang percaya untuk hidup saleh menurut FirmanNya. Tetapi yang menjadi suatu hambatan terbesar bagi anak-anak Tuhan menjadi berkat bagi sekitarnya adalah MEREKA TIDAK MAU DIBENTUK OLEH TANGAN TUHAN. Karena mereka takut mengalami lembah penderitaan padahal tangan Tuhan tidak pernah lepas menopang setiap anak-anakNya yang rela dibentuk lebih lagi agar kemuliaan Tuhan semakin memancar dalam kehidupan mereka. Inilah kerinduan Allah bagi setiap orang percaya supaya nama Yesus dinyatakan.

Perumpamaan pokok anggur yang benar menunjuk kepada kita tentang kedewasaan rohani yang harus dimiliki setiap anak-anak Tuhan. Menjadi dewasa rohani berarti :

1.      Makan makanan yang keras bukan lagi susu (Ibrani 5 : 11 – 14)

Susu adalah makanan yang langsung ditelan tanpa dikunyah lagi dan Firman Tuhan yang ingin didengar pun adalah Firman yang dangkal tanpa perlu direnungkan tetapi makanan keras harus dikunyah terus menerus sehingga dapat dimengerti lebih dalam lagi.

2. Jangan ada sikap manja rohani

Seorang bayi rohani hanya mau diperhatikan dan hanya mau dilayani oleh orang lain. Sikap manja ini yang menghambat kita menghasilkan buah bagi kerajaaan Sorga tetapi seorang yang telah dewasa akan menunjukkan perbuatan yang tidak lagi memikirkan kepentingan dirinya bahkan rela memberikan yang terbaik bagi orang lain dan Tuhan.

3. Bersukacita selalu dalam segala keadaan

Seorang yang dewasa rohani akan selalu bersukacita baik di dalam kesukaran maupun saat menerima berkat. Jangan kita hanya mau menerima yang baik saja dari Tuhan sedangkan yang buruk tidak mau kita terima (Ayub 2 : 10).

4. Komitmen pada gereja lokal (Mazmur 92 : 13 – 16)

Seorang yang dewasa rohani adalah seorang yang berkomitmen pada gereja lokal dan  bukan hanya cuma menjadi pengunjung. Berkomitmen berarti ikut memikirkan apa yang  terjadi di gereja lokal, apa yang menjadi kebutuhan gereja dan juga memikirkan pertumbuhan gereja tersebut. Mau memikul tanggung jawab atas pekerjaan Tuhan tanpa memikirkan imbalannya.

5. Miliki motivasi memuji Tuhan yang lahir dari dalam hidup kita

Memuji Tuhan adalah suatu kebutuhan orang percaya yang telah dewasa rohani dan mari kita memuji Tuhan bukan hanya pada saat kebaktian tetapi dalam setiap saat dalam hidup kita.

 

Mari umat Tuhan kita jangan berhenti bertumbuh dan teruslah maju menuju kedewasaan rohani yang Tuhan inginkan. Jangan hanya cukup menjadi bayi rohani (jemaat biasa) saja tetapi semakin bertumbuh menjadi dewasa di dalam pengenalan akan Tuhan (murid Kristus – pelayan Kristus hingga mempelai Kristus). Renungkan Firman Tuhan siang dan malam dan perbuatlah itu maka Tuhan akan menunjukkan kuasaNya yang luar biasa itu.

 

Tidak ada kedewasaan Rohani yang  instan, semua harus melalui proses karena itu jangan lari dari proses Tuhan yang sedang membentukmu

   

Melayani dengan Benar 1

MELAYANI DENGAN BENAR

 

Dalam Lukas 10:38-42

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

 

Ayat ini mengisahkan dua saudara perempuan yang datang menyambut Tuhan Yesus di rumah mereka. Seringkali kisah ini diidentikan dengan prioritas Marta yang salah dan Maria yang benar. Namun kita akan memandang dari sudut pandang yang berbeda dan kita coba menelaah arti sesungguhnya dari kejadian yang terdapat di dalamnya.

 

Sebenarnya kisah  ini tidak menjelaskan mengenai :

1  Kesetiaan dengan  Perincian

2  Waktu Menyendiri dengan Memperhatikan orang lain

3  Mencuci piring dengan Melupakan pelajaran Alkitab

4  Membersihkan meja setelah jamuan makan dengan meloloskan diri ke persekutuan doa

 

 

Lalu APA YANG SEBENARNYA TERJADI DALAM LUKAS 10 : 38-42

 

  1. Kisah ini tidak menunjukkan bahwa Yesus meremehkan tugas pelayanan sebab hal itu menentang tujuan-Nya sendiri ( Markus 10 :45)

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

  1. Reaksi pertama datang bukan dari Tuhan Yesus melainkan datang dari Marta. Yesus bereaksi setelah Marta bereaksi negatif kepada Maria (lebih tepatnya kepada sikap Maria)

 

  1. Reaksi yang dimunculkan Marta  adalah membandingkan pelayanannya dengan kelakuan Maria. Saat Marta melakukannya maka Yesus segera menjawabnya dengan keras karena Yesus melihat hati Marta yang telah berubah – membandingkan pelayanannya dengan orang lain – INI ADALAH PEMBUNUH KERAJAAN ALLAH DALAM DIRI KITA.

 

MENGAPA YESUS MENJAWAB DENGAN KERAS DAN KECEWA TERHADAP SIKAP MARTA TERSEBUT :

  1. Karena hati Marta tidak lurus

Amsal 4 : 23

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Hati yang tidak lurus atau tidak benar menyebabkan kita tidak dapat melayani dalam kebenaran .

Allah lebih mementingkan sikap yang benar ketimbang pelayanan yang benar.

 

  1. Marta kehilangan keseimbangan pelayanan dalam hidupnya.

Pelayanan Marta yang tadinya mengesankam akhirnya tidak mengesankan disebabkan Marta membandingkan diri sendiri dengan Maria. Ia mencari yang lebih benar. Marta marah bukan karena pekerjaan yang berat melainkan sikap Maria yang tidak melakukan apa-apa di ruangan lain.

Beban yang ditanggung seharusnya bukan beban yang harus kita tanggung, itulah sebabnya saat Marta menanggung tugas Maria, Marta kehilangan sukacitanya.

 

INGATLAH : SUKACITA ADALAH KEKUATAN

  1. Marta memandang usaha-usahanya bagi Kerajaan Allah sebagai PEKERJAAN BUKAN PENYEMBAHAN

C  Pekerjaan adalah kata yang kotor dalam Kerajaan Allah karena PEKERJAAN ADALAH SESUATU YANG ANDA LAKUKAN UNTUK DIBAYAR

C  Pekerjaan adalah sesuatu yang orang lain tidak dapat lakukan sekeras atau sebaik yang Anda mampu kerjakan

 

Yoh 4:23

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

 

Roma 12:1

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

 

Perbedaan antara Penyembahan dengan Pekerjaan dalam Kerajaan Allah :

1  Penyembahan memerdekakan kita sedangkan pekerjaan mengganggu Anda

2  Penyembahan adalah tanggapan kita terhadap kehadiran-Nya yang mengagumkan sedangkan pekerjaan adalah sesuatu yang kita kerjakan karena sejumlah gaji yang diterima.

 

SAAT KITA MEMANDANG PELAYANAN ANDA KEPADA TUHAN SEBAGAI PEKERJAAN, ANDA MULAI MENGHITUNG JAM & MEMPERHATIKAN ORANG-ORANG LAIN

LALU APA ARTI HAL “BAIK” YANG DIPILIH MARIA ?

Hal yang baik bukan berarti “ kemalasan” yang dipilih Maria melainkan MARIA MEMILIH MEMELIHARA HATI DAN ROHNYA DENGAN BAIK DAN MEMASTIKAN MENDAPAT CUKUP PEMBARUAN SEHINGGA KEHIDUPAN PELAYANANNYA DI MASA DEPAN TETAP MURNI

Belajar dari Matius 20 : 1-16

JANGAN UBAH UPAH MENJADI GAJI, BUKAN BERKAT – OLEH KARENA PANASNYA DAPUR ATAU KEHIDUPAN GEREJA ATAU MELAYANI DALAM WAKTU YANG LAMA

JANGAN UBAH JUGA PELAYANAN PENYEMBAHAN KITA YANG TULUS MENJADI PEKERJAAN YANG MENUNTUT KENAIKAN UPAH

Jangan berkecil hati sebaba Allah melihat dan mencatat yang kita lakukan seperti :

Tom ( seorang yang melayani pelayanan tata suara di gereja). Ia menerima upah yang sama saat menekan tombol yang tepat hingga suara kaset terdengar di gereja dengan orang yang menyanyi dengan baik di panggung.

Jerry ( orang yang melayani bagian rumah tangga gereja). Ia membersihkan ruangan dan kamar kecil di gereja. Ia menerima upah yang sama saat membersihkan kamar kecil dengan yang diterima penginjil yang menggunakan kamar kecil tersebut.

 

1 Samuel 30 : 22-24

Kemudian mulailah berbicara semua orang jahat dan orang dursila di antara orang-orang, yang ikut pergi bersama-sama dengan Daud itu, katanya: "Karena mereka tidak ikut pergi bersama-sama dengan kita, janganlah kita berikan kepada mereka apa-apa dari jarahan yang kita selamatkan itu, kecuali kepada masing-masing mereka isterinya dan anak-anaknya. Itu boleh mereka bawa, dan biarlah mereka pergi!"

Tetapi Daud berkata: "Janganlah kamu, saudara-saudaraku, berbuat demikian, dengan apa yang diberikan TUHAN kepada kita; sebab Ia telah melindungi kita, dan menyerahkan ke dalam tangan kita gerombolan yang menyerang kita.

Siapa yang mau mendengarkan kamu dalam perkara ini? Sebab, bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama."

 

 

ALLAH MENGHARGAI MEREKA YANG MELAYANI TUBUH-NYA DARI BELAKANG LAYAR SAMA DENGAN YANG DI DEPAN

   

DOA YABES BAGI ORANG KRISTEN

DOA YABES BAGI ORANG KRISTEN

Oleh Pdp. Filipus Heryanto, SE, MA

Doa YabesDalam kitab 1 Tawarikh 4 : 9 -10 menulis : Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya : “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya : “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku !” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

Ayat ini menjelaskan siapa Yabes dan apa yang ia perbuat termasuk apa yang dia doakan dan doa tersebut dikabulkan oleh Allah. Yabes adalah sosok pribadi yang memiliki iman yang kuat dan mengetahui kehendak Allah atas hidupnya dengan pasti.

 

Sejak penciptaan manusia Allah mempunyai rencana untuk memberkati ciptaannya ini dengan berkat yang berlimpah-limpah (Kejadian 1 : 28). Saat Yabes menaikkan doa supaya ia diberkati berlimpah-limpah dan daerahnya semakin diperluas serta meminta penyertaan dan perlindungan Allah atas hidupnya. Ini sesuai dengan janji Firman Tuhan atas manusia supaya mereka bertambah banyak, menaklukan bumi dan berkuasa atas segala binatang yang ada di bumi

Ada tiga pokok utama dari doa yang Yabes naikkan kepada Allah dan ketiga hal utama ini juga memiliki arti yang penting bagi setiap orang Kristen pada saat ini :

1. Kiranya Engkau memberkati aku dan memperluas daerahku

Pokok pertama ini berarti Yabes menghendaki suatu kemajuan yang ingin ia capai. Bukan hanya kemajuan dalam hal jasmani saja tetapi juga dalam hal rohani. Ia sadar dengan segala berkat yang Allah beri padanya maka ia sanggup turut memperluas Kerajaan Allah bahkan sampai ke daerah-daerah yang lainnya.

Yabes mengingatkan setiap orang Kristen bahkan gereja Tuhan untuk melihat, mendengar dan ambil bagian dalam memperluas Kerajaan Surga karena saat ini banyak orang Kristen tidak malu jika tidak maju padahal Amanat Agung haruslah kita lakukan bagi pelebaran Kerajaan Allah di bumi (Matius 28 : 19 – 20).

2. Kiranya tangan-Mu menyertai aku

Yabes meminta penyertaan Tuhan dalam segala yang ia kerjakan. Ia sadar bahwa tanpa Tuhan ia tidak dapat melakukan apa-apa. Yesus mengatakan : “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kami tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15 : 5). Kita seharusnya juga selalu meminta penyertaan Tuhan bagi segala yang akan kita kerjakan seperti Elisa meminta bagian dari Roh Allah yang ada di dalam Elia, Yakub terus memegang Malaikat Tuhan untuk memberkatinya. Adalah menjadi bagian orang percaya untuk selalu mengingatkan Tuhan akan janjiNya supaya janji tersebut dapat terjadi dalam kehidupan kita.

3. Kiranya tangan-Mu melindungi aku dari malapetaka

Yabes meminta Allah menjadi pelindung dan perisai bagi keselamatannya. Yabes menyadari segala kelemahan dan kekurangannya bahwa ia tidak akan pernah luput dari malapetaka atau pun kesakitan. Hanya Tuhanlah yang dapat menjagainya dan meluputkannya dari malapetaka dan kesakitan yang dating dalam kehidupannya. Kita sebagi orang-orang Kristen yang telah Yesus tebus dengan darahNya dan Yesus telah memberikan kesembuhan atas segala kelemahan dan sakit penyakit kita dengan rela menderita di kayu salib supaya kita dapat dibebaskan dari hal tersebut.

Yabes mengajarkan kepada setiap orang percaya supaya kita jangan hanya cukup menjadi jemaat atau bahkan menjadi turis rohani saja, yang datang untuk makan kenyang lalu tidur. Seperti Yabes meminta kepada Allah suatu kemajuan dalam hidupnya sehingga mampu memperluas Kerajaan Surga dalam apa yang ia kerjakan. Itu juga yang seharusnya dimiliki setiap orang percaya untuk bangkit membawa Firman Tuhan dan menjadi saksi-saksi Kristus untuk memberitakan Injil Kristus sampai ke ujung-ujung bumi.

Bangkitlah , menjadi teranglah, sebab terangmu datang,

dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu (Yesaya 60 : 1)

 

   

Page 8 of 11

Visi 2014

GBI Gajah Mada Semarang

Gereja yang Lebih Antusias, Lebih Disiplin dan Lebih Produktif

List Download

Live Konseling

Live Konseling

LiveZilla Live Help

Jam kerja :
Selasa - Sabtu,
jam 09.00 - 15.00

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini185
mod_vvisit_counterKemarin435
mod_vvisit_counterMinggu ini1812
mod_vvisit_counterAkhir Minggu2427
mod_vvisit_counterBulan ini6515
mod_vvisit_counterAkhir Bulan46870
mod_vvisit_counterTotal503552

Pengunjung kami:
7 guests online
IP Anda: 184.73.87.85
 , 
Hari ini: 17 Apr 2014

Change Language

Radio Streaming BeFM

User Login